Rabu, 23 November 2016


OPM kembali beraksi di Ilaga !!!

kembali terjadi penembakan di Distrik Ilaga
Ilaga, Kekerasan, perampokan, pemerkosaan, pemalangan hingga pembunuhan Memang sudah menjadi sifat yang mendasar bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di Prov. Papua. Setelah berulang kali mereka selalu membuat masyarakat Papua resah dan ketakutan, kali ini mereka kembali melakukan tindakan kriminal dengan merampok  sejumlah fasilitas seperti Hp, Ht, uang karyawan serta kunci-kunci alat berat yang digunakan untuk pelaksanaan pembangunan di Provinsi Papua ini.


Sejumlah fasilitas alat berat yang dimiliki oleh PT. MTT dilaporkan beberapa kunci alat berat tersebut dirampok oleh KKB yang diduga kuat pimpinan Lekagak Telenggen yang berada di kampung Mundidok Distrik Ilaga Kemarin (Selasa, 22/11). Lekagak berjanji akan menyerahkan kembali hasil rampokan nya tersebut, apabila Pemda memberikan uang yang diminta oleh Pok KKB ini, Lekagak mengancam serta akan melakukan teror terhadap karyawan bahkan melakukan pembakaran  PT. MTT, apabila permintaan uang dari lekagak kepada Pemda tidak dituruti.
Setelah Mendengar Laporan ini, Kapolsek Ipda Menase Sayori dengan cepat datang ke TKP bersama Danramil Ilaga. Perkuatan dan olah TKP dilakukan dengan membawa perkuatan sejumlah pasukan yang terdiri dari Anggota Polri dan TNI dikarenakan KKB tersebut membawa senjata laras panjang.


Kapolsek juga menjelaskan bahwa pihaknya cepat atau lambat pasti akan menangkap dan mengadili pelaku tindak kriminal tersebut. “Dengan ijin Tuhan, cepat atau lambat kami akan tangkap pelaku, karena mereka selalu membuat resah masyarakat Papua dan menghambat pembangunan di Distrik Ilaga ini” ujar Kapolsek.


Banyak hal-hal yang menjadi tantangan dalam penanganan tindak kriminal ini seperti mendapat tembakan dari pelaku tindak kriminal yang diarahkan pada petugas saat perjalanan menuju TKP.


“Saat petugas datang ke TKP, kami sempat mendapat tembakan dari arah ketinggian namun saat itu juga kami lakukan pengejaran dan penyisiran namun pelaku sudah melarikan diri. Saat ini situasi sudah kondusif, demi mencegah hal yang tidak diinginkan saya memerintahkan karyawan PT. MTT agar mengevakuasi fasilitas alat berat ke Kota Ilaga” ujar Kapolsek menambahkan.


Tidak ada jatuh korban jiwa dalam kejadian ini namun beberapa kunci alat berat (excavator dan Truck) dan HP dirampok serta beberapa fasilatas lainnya dirusak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Masyarakat serta karyawan PT. MTT berharap pelaku dapat ditangkap karena sudah meresahkan dan menghambat pembangunan di Papua khususnya di Distrik Ilaga ini.


TPN OPM ini menolak semua program Pemerintah Republik Indonesia di Papua Barat, Karena menganggap semua bentuk pembangunan di Papua oleh pemerintah Republik Indonesia adalah tujuan untuk memusnahkan orang Papua asli.


Mereka menyatakan dengan tegas tidak dapat diijinkan untuk membangun jalan trans atau pun pemekaran Kabupaten dan Provinsi baru di seluruh wilayah Papua Barat.hal ini mengakibatkan Pembangunan jalan trans Paluga-Sinak yg selama ini diharapkan dan memudahkan masyarakat untuk beraktifitas menjadi terhenti, sampai situasi dinyatakan kondusif.




Selasa, 22 November 2016


TIDAK HABIS PIKIR, AGAMA PUN DIJADIKAN TUMBAL UNTUK MELAWAN PEMERINTAH OLEH KNPB!!!





Terkuak sudah persekongkolan antara Viktor Yeimo Ketua KNPB Pusat dengan Dorman Wandikbo Presiden GIDI. Didapatkan informasi dari sumber terpercaya di daerah Jayapura dan Lanny Jaya terkait upaya mediasi kemerdekaan Papua melalui jalur agama. KNPB telah melakukan pertemuan dengan Presiden GIDI Pdt Dorman Wandikbi S.Th dengan menghasilkan kesepakatan bahwa dirinya akan mendukung Victor Yeimo dan Benny Wenda dalam upaya melepaskan Papua dari NKRI.

Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbi S.Th

Terkait pertemuan yang telah dilaksanakan oleh KNPB dan Presiden GIDI tersebut, sebagai tindak lanjut kesepakatan mereka yaitu menggunakan agama sebagai sarana mediasi, mereka mulai merencanakan aksi-aksinya. Rencana semula mereka akan melaksanakan aksi turun ke jalan dari kelompok gereja-gereja yang ada di Papua yang disponsori oleh gereja GIDI. Pada aksi tersebut KNPB akan memposisikan dirinya sebagai keamanan aksi. Dalam aksi tersebut mereka akan mengangkat isu agama yang melibatkan salah satu calon pasangan peserta Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Ahok.



Wakil presiden GIDI Usman Gobay mengatakan bahwa isi materi yang akan disampaikan adalah "Kita semua adalah warga Negara Republik Indonesia, kenapa masih ada diskriminasi di negara ini. Bahwa gereja-gereja di luar Papua mendapat intimidasi, dibakar dan ijin pembangunan juga tidak diberikan. Bahwa siapapun di negara ini berhak memimpin negara ini, tanpa memandang suku agama dan ras, selama ini yang menjadi Presiden harus agama Islam dan harus orang Jawa."


”Bahwa di Papua ini kerukunan agama sangat baik, bahkan menjadi tolak ukur di negara ini, tetapi kenapa di luar papua gereja-gereja mendapat diskriminasi.” Lanjutnya menjelaskan.


Namun yang menjadi tujuan akhir dan sebenarnya dari demo yang akan merka lakukan itu adalah tetap untuk meminta referedum. Dengan dalih kecewa terhadap Pemerintah RI yang melaksanakan diskriminasi pemimpin berdasarkan agama dan suku, mereka akan menuntut referendum dan memisah diri dari NKRI.


Selain itu, Presiden GIDI sudah meminta tiap klasis di Papua untuk meminta dan mengumpulkan uang sebesar seratus ribu rupiah kepada tiap kepala keluarga. Uang  tersebut akan diserahkan kepada ketua umum KNPB Victor Yeimo untuk dibagi dalam dua kegiatan yaitu untuk mendukung diplomasi Benny Wenda beserta rekan-rekannya di luar negeri dan untuk membantu persiapan aksi tanggal 1 Desember 2016 mendatang.


Sungguh sangat nista dan tercelanya mereka yang menggunakan cara-cara picik dan licik dengan menjadikan agama sebagai tameng dan corong kepentingan pribadi mereka. (KR)


Senin, 21 November 2016

KARENA MABUK, PELAJAR SMAN 1 DEKAI DIAMANKAN PETUGAS KEPOLISIAN


Yahukimo, Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda penerus bangsa ini. Karena itu, setiap pemuda Indonesia , baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor penting yang sangat diandalkan oleh bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa.

Berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh beberapa siswa di SMAN 1 Dekai, siswa-siswa tersebut melakukan pesta Minuman Keras (Miras) yang dilakukan di sekolahnya pada hari Sabtu kemarin (19/11). Mendapati hal yang tercela itu, guru yang bertugas mengajar di SMAN 1 Dekai segera melaporkannya pada aparat Kepolisian setempat.

Laporan diterima langsung oleh Kasat Lantas Polres Yahukimo, Iptu M. Karim Weu sekitar pukul 10.00 WIT. Agar perbuatan tercela yang dilakukan oleh beberapa siswa SMAN 1 Dekai ini tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut maka anggota Polres Yahukimo segera mengamankan beberapa siswa tersebut ke Mapolres Yahukimo.

Saat dimintai keterangan, Karim menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pengamanan siswa yang mabuk Miras ini karena mereka telah menganggu aktifitas belajar mengajar di sekolah SMAN 1 Dekai.

“Karena mengganggu proses belajar mengajar dan menganggu siswa lain di sekolah maka kami segera amankan siswa mabuk ini ke Mapolres”, Jelas Iptu M. Karim.

Saat proses pengamanan siswa mabuk ada beberapa siswa yang juga sudah mabuk Miras ini tak terima temannya di amankan oleh aparat Polisi, mereka beramai-ramai melempar batu, kayu dan ketapel. Pada saat itu siswa yang mabuk sempat melepaskan diri dari pegangan petugas, sementara pihak petugas juga kerepotan untuk mengamankan diri karena mendapat lemparan batu ke arah petugas.

Mengonsumsi minuman beralkohol dan mabuk di Sekolah atau tempat-tempat umum, seperti yang terjadi sekarang ini di SMAN 1 Dekai , tidak mencirikan budaya orang asli Papua, bagaimana Papua akan maju kalau generasi muda dan Pelajar mabuk – mabukan seperti itu. karena orang yang sering sekali mengonsumi minuman beralkohol adalah suka menunda pekerjaan, termasuk menghabiskan uang hanya untuk membeli minuman dan berujung pada tindak kriminalitas. (KR)

Sabtu, 19 November 2016

Palang Jalan dan Rusak Tanaman, Aksi KNPB kembali resahkan Warga

Pemalangan Jalan yang dilakukan oleh simpatisan KNPB mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat.
Jayapura, Hari ini, Sabtu (19/11). Komite Nasional Papua Barat melaksanakan demo di sejumlah kota yang ada di Papua seperti di Jayapura, Timika dan Sorong. Demo tersebut merupakan acara untuk memperingati HUT KNPB ke-8. Namun rangkaian demo di sejumlah wilayah tersebut digagalkan oleh aparat keamanan karena sebelumnya kegiatan tersebut tidak memiliki ijin yang sah dari aparat keamanan.

Berdalih, ingin memperingati HUT KNPB dengan acara ibadah syukur dan doa bersama, ternyata mereka berkumpul untuk menggalang masa guna melakukan aksi demo dengan memalang jalan dan merusak beberapa tanaman hias di setiap pinggir jalan.

Aksi demo KNPB tersebut juga membuat arus lalu lintas warga Papua terganggu dan akibatnya jalan-jalan protokol di sejumlah wilayah macet serta beberapa tanaman indah yang menghiasi kota di setiap pinggir jalan rusak parah akibat dicabuti dan diinjak-injak oleh para pendemo dari KNPB.

Untuk sementara ini situasi di beberapa kota yang sedang berlangsung demo KNPB sudah mulai kondusif karena demo KNPB yang tidak memiliki ijin (ilegal) tersebut sudah mulai diamankan oleh aparat keamanan. Namun kericuhan dan bentrokan kecil sempat terjadi juga lantaran aparat keamanan yang sedang mencoba mengamankan situasi dilempari batu oleh para pendemo KNPB lantaran pendemo marah karena aksi mereka dianggap ilegal. (KR)

DIBAWA KE MANA 85,7 TRILIUN DANA ANGGARAN PEMBANGUNAN PAPUA???


Menurut situs resmi setkab.go.id besaran alokasi dana anggaran pembangunan Provinsi Papua mencapai Rp 85,7 Triliun namun banyak yang menilai belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua.
Pertanyaannya, kemana saja dana sebanyak itu dibelanjakan oleh pejabat-pejabat pemerintah daerah Provinsi Papua yang nota benenya merupakan pelaksana pembangunan itu sendiri.
Presiden Jokowi pernah memerintahkan pada pelaksana program pembangunan itu yakni masyarakat Papua harus dilibatkan dalam setiap proses pembanguan dan jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton pembangunan daerahnya sendiri.
Dari pernyataan Presiden Jokowi tersebut telah jelas komitmen yang ditujukan oleh pemerintah pusat untuk membangun Papua dan kesejahteraan untuk masyarakat Papua. Namun kenyataannya banyak dana siluman yang habis tanpa diketahui kemana peruntukannya.
Sebagai masyarakat Papua yang melek teknologi, ini bukan merupakan barang baru yang perlu disembunyikan lagi, karena dalam beberapa kasus banyak pejabat-pejabat pemrintah daerah di Provinsi Papua yang terjerat kasus korupsi dan beberapa juga telah divonis bersalah oleh pengadilan.
Disinilah peran masyarakat seperti yang dikatakan oleh Presiden Jokowi pada rapat terbatas tentang Review Program Pembanguan Papua di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (9/11).
Namun masih banyak keluhan atau teriakan miring pada pemerintah pusat yang mengatakan ada ketidakadilan di sisi ini. Padahal jika dicermati secara mendalam justru orang-orang seperti itulah yang dimanfaatkan oleh oknum pejabat daerah yang ingin menutupi kejelekannya agar tidak diketahui oleh pemerintah pusat.
Organisasi pemberantasan korupsi juga seharusnya lebih berani bertindak dan melakukan pengecekan secara mendalam sampai pada pemeriksaan fisik objek, jangan mau jika hanya terima laporan di belakang meja saja. Ancaman-ancaman gangguan keamanan di Papua hampir pasti sering terjadi jika ada wacana pemeriksaan hingga ke lapangan namun sekali lagi percayalah pada aparat keamanan dan jangan takut pada gertakan murahan orang-orang yang sengaja menimbulkan situasi agar perbuatan mereka menjadi samar.
Dengan ini Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama mensukseskan pembangunan di Provinsi Papua, ikut terlibat di dalamnya dan jangan hanya menjadi penonton di tanah sendiri Tanah Papua.

Kamis, 17 November 2016

Terbongkar!!! Pengakuan dari Mantan anggota OPM dan KNPB

Bapak Marthen (nama disamarkan) umur 29 tahun berasal dari Suku Dani  yang berdomisili di Distrik Sanoba Kab. Nabire. Marthen sehari-hari bekerja sebagai Buruh di Nabire. Dalam wawancara khusus terhadap Marthen pada hari selasa tanggal 16 November 2016 lalu, telah direkam dan dicatat hasil perbincangan antara reporter dan narasumber Bpk Marthen terkait pengalaman hidupnya yang pernah masuk dan tergabung menjadi anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka) dan KNPB (Komite Nasional Papua Barat).
Marthen (nama disamarkan) dan keluarga
Dalam perbincangan yang cukup lama dan hangat tersebut bapak Marthen menyampaikan bahwa di dalam hidupnya, Marthen hanya berpikir satu hal, yaitu bagaimana caranya bertahan hidup. Hal Inilah yang selalu dipedomani Marthen sebagai kakak dari 3 saudaranya yang telah lama di tinggal pergi oleh orang tuanya karena meninggal dunia.  Sehingga sangat mudah terbujuk oleh orang lain yang mengiming-imingi akan memberikan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang dengan cepat kepada dirinya.  Setelah seseorang yang belum Marthen kenal sebelumnya mengajak dirinya untuk bergabung kepada sebuah organisasi bernama OPM, dan dijanjikan pula kepada nya tentang kehidupan yang lebih baik, sehinggan Marthen pun akhirnya terpengaruh dengan ajakan tersebut. 

Selain itu, Marthen pun sempat menjadi anggota dari organisasi KNPB juga di beberapa tahun yang lalu, sehingga bisa disimpulkan oleh Marthen bahwa OPM dan KNPB hanya berbeda nama saja tetapi dengan tujuan yang sama, yaitu memberontak kepada NKRI.  Setelah berjalan sekian lama, uang dan kesejahtraan yang dijanjikan pun tak kunjung datang, hanya diberikan minum-minuman keras setiap harinya. 

Beberapa waktu mereka diajak untuk mengibarkan bendera bintang kejora di dalam hutan kemudian diperintahkan untuk menyebarkan dokumentasi kegiatan itu ke media sosial. Semula Marthen berpikir bahwa KNPB itu adalah organisasi yang kuat dan bisa bergerak di mana saja sesuai dengan apa yang dijelaskan awal oleh si perekrutnya, tetapi yang terjadi tidak sesuai dengan kenyataannya. Dengan perasaan malu yang besar dan perasaan dibohongi, Marthen pun mengambil jalan belakang dengan cara memisahkan diri dari komunitas organisasi tersebut yang dulunya bertempat di Intan jaya kemudian turun ke Nabire untuk berkumpul dengan keluarganya.

Setelah kejadian itu, Marthen bertekad dalam dirinya dan berani menyatakan dengan tegas bahwa organisasi KNPB adalah pengecut dan pecundang yang hanya berani mengibarkan bendera di dalam hutan tanpa sepengetahuan orang banyak dan secara rahasia. 

Dengan adanya kejadian tersebut, Marthen mendapatkan pengalaman dan pelajaran hidup yang begitu berharga yaitu orang yang maju adalah orang yang mau berusaha dan bekerja. Itu dibuktikan dengan kehidupan Marthen yang sekarang jauh lebih baik dan lebih bahagia walaupun hanya bisa makan seadanya saja dari hasil bekerja sebagai buruh.  dan dia berharap semoga dengan adanya pemimpin baru dan peraturan baru setelah Pemilukada nanti bisa merubah kehidupan masyarakat Kota Nabire menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Di atas tadi adalah sekilas cerita dari banyak kisah dan banyak orang yang merasa tertipu oleh organisasi yang bernama OPM dan KNPB. Organisasi tersebut mengatasnamakan kemerdekaan papua dan kesejahteraan masyarakat Papua, tapi dalam pelaksanaanya justru mereka lah yang membuat banyak masyarakat papua menderita dalam keterbatasan dan keterasingannya karena tidak mau menerima pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Mereka selalu membuat konflik di mana-mana, sehingga masyarakat merasa terancam dan hidup dalam perasaan tidak aman yang berimbas pada sektor kehidupan yang lain. Akibat ulah mereka pembangunan infrastruktur terhambat, laju perekonomian lambat, pendidikan generasi muda terhenti karena banyak orang takut beraktivitas disebabkan kondisi tidak aman yang diciptakan oleh organisasi OPM dan KNPB tersebut. (KR)


Rabu, 16 November 2016

Terungkap, Vanuatu Ternyata Bukan Asli Melanesia

Orang-orang Vanuatu
Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan, dengan beribu kota Fort Vila. Negara ini dahulu bernama Hebrides Baru semasa penjajahan. Vanuatu terdiri dari 83 pulau, dua di antaranya Matthew dan Hunter diklaim oleh Kaledonia Baru. Vanuatu dibagi menjadi 6 provinsi: Malampa, Penama, Sanma,Shefa,Tafea,Torba. Secara geografis negara Vanuatu yang berbentuk republik ini terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon.

Vanuatu merupakan negara kepulauan yang terdiri dari pulau sekitar 82 relatif kecil, pulau-pulau geologis lebih baru asal vulkanik (65 dari mereka dihuni), dengan sekitar 800 mil (1.300 km) utara ke selatan antara jarak pulau-pulau terluar. Dua dari pulau-pulau (Matius dan Hunter) juga diklaim oleh departemen luar negeri Perancis Kaledonia Baru . Empat belas dari pulau Vanuatu memiliki area permukaan lebih dari 100 kilometer persegi (39 sq mil). Negara ini terletak di antara garis lintang 13 ° dan 21 ° S , dan bujur 166 ° dan 171 E.
Orang-orang Philipina
Vanuatu yang sering menyebut dirinya rumpun melanesia ternyata adalah keturunan dari nenek moyang Filipina dan Taiwan. Hal ini dibuktikan dengan sebuah riset yang dilakukan oleh para ilmuwan di Australian National University of DNA beberapa pekan lalu. Riset tersebut dilakukan dengan mengambil sampel tiga kerangka purba  yang digali dari makam tertua Vanuatu dan mengungkapkan bahwa orang-orang Filipina dan Taiwan ini pertama kali tiba sekitar 3.000 tahun yang lalu di kepulauan Vanuatu.

Ilmuwan arkeologi dan antropologi Profesor Matthew Spriggs dari sekolah ANU mengatakan “keturunan orang Vanuatu pertama kali ini berasal dari Filipina dan Taiwan, ini terbukti dari riset yang kita lakukan dengan mengambil sampel tiga kerangka tua di Vanuatu dan terbukti bahwa kerangka tersebut sama persis dengan ras yang ada di Filipina dan Taiwan”.
“Ras mereka datang dan menetap di vanuatu kira-kira 3000 tahun dan mendapati vanuatu hanyalah pulau kosong tak berpenghuni. Lalu mereka menetap dan melakukan perkawinan silang dengan ras yang ada disekitar kepulauan Vanuatu seperti Papua New Guinea, Solomon dan ras yang ada di kepulauan kaledonia baru sehingga terciptalah sebuah penduduk seperti di Vanuatu saat ini”. Profesor Matthew menjelaskan.

Dalam penelitiannya Prosesor Mattehew tidak bergerak sendiri, ia juga menggandeng peneliti dari Harvard Medical School, University College Dublin, dan lembaga Max Planck untuk membantu meneliti Ilmu Sejarah Manusia dan analisis DNA.

Dr. Pontus Skoglund dari Harvard Medical School menjelaskan “Penelitian ini membuktikan perdebatan yang selama ini terjadi tentang asal usul ras yang ada di pasifik ini ternyata campuran dengan ras yang berada di Asia”

Dari hasil penelitian yang dituangkan dalam jurnal publikasi ilmiah Nature peneliti menawarkan sebuah istilah “Pasifika” untuk menyebut orang-orang yang tinggal di wilayah Pasifik. Hal ini dikarenakan menurut para ilmuwan istilah Melanesia & Polinesia sudah tidak relevan dikarenakan asal usul ras yang ada saat ini sudah tercampur dengan DNA ras asia.

Catatan Penulis :
Artikel di atas diambil dari Jurnal Publikasi ilmiah Nature kerja sama dengan Australian National University (ANU), Harvard Medical School, University College Dublin, dan lembaga Max Planck